Analisis arti Anarki
Saat kita menyimak berita di televisi sering kali mendengar kata anarkis, dimana anarkis digolongkan sebagai ajang chaos dengan agitasi dari seseorang untuk memicu kerusuhan. Definisi ini membuat kontradiksi bagi orang yang paham arti frase anarki, dan propaganda akan penyalahgunaan kata anarki ini adalah sains yang salah karena dapat membuat para penonton / penyimak berita tersebut mengklaim bahwa anarki adalah perbuatan yang laknat, arogan, brutal, dsb.
Maka disini kita akan mengulas pendek tentang anarkisme. Anarkisme berasal dari kata anarki dengan imbuhan –isme. Anarki adalah kata serapan dari bahasa inggris anarchy, dan berasal dari bahasa yunani anarcho/anarchein. Anarchos/anarchein sendiri adalah tanpa pemerintahan atau pengelolaan dan koordinasi tanpa hubungan memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai, mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, dan lain sebagainya. Sedangkan Anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. Sedangkan isme sendiri berarti paham/ajaran/ideologi.
Ini adalah beberapa arti dari Anarki._Anarki ialah sebuah bentuk pemikiran politik yang tidak oportunis atau berusaha mengontrol orang lain dengan kekerasan. _Anarki ialah penolakan akan control Negara dan perwakilan akan Pemerintah bagi indivual untuk menghidupi pilihan hidupnya serta tidak lagi perduli pada segala manipulasi politik dengan penolakan pada control maka hal tersebut tidak lain berarti tanggungjawab personal akan semua gangguan dan pelecehan yang dilakukan Pemerintah. _Anarki ialah suatu keadaan dimana kamu mengatur diri kamu sendiri, inilah keadaan anarki. Bukan suatu ajang chaos, dimana semua orang melakukan apa yang mereka inginkan tanpa tanggung jawab. _Anarki ialah ketika individu-individu hidup bersama dalam kepercayaan dan penghormatan akan satu sama lain._Anarki adalah negasi(peniadaan) otoriter.
Para Anarkis dalam setiap movement’nya sering kali menggunakan metode kekerasan. Sebelum kita bernalar salah, ini adalah pengertian salah akan metode ‘propaganda bertindak’ yang menyebutkan “kaum anarkis melayani perjuangan reaksi, yang atas nama moral menyetujui tindakan yang paling tidak bermoral, atas nama kebebasan individual mereka menginjak-injak semua hak sesamanya.” Doktrin ini adalah kegiatan paling vulgar dan menjijikan dari para Duval dan para Ravachol. Tetapi banyak para anarkis yang tidak setuju, seperti kata Elysee Reclus: “Persetan propaganda bertindak; tetapi apakah propaganda ini kalau bukan pengkhotbah perbuatan baik dan kasih kemanusiaan sebagai teladan? Mereka yang menyebutkan propaganda bertindak untuk tindakan-tindakan kekerasan membuktikan bahwa mereka tidak memahami arti pernyataan ini.”(Baca buku –Anarkisme dan Sosialisme- terbitan ultimus).
Apakah ini menyimpulkan bahwa anarki adalah ide / pergerakan yang menggunakan kekerasan, sangatlah tidak dibetulkan, analogi seperti itu harus diluruskan. Semoga media di Indonesia lebih memahami konotasi anarkis sebenarnya, dan tidak lagi memakainya sebagai acuan kekerasan.
By:aryat
Saturday, August 30, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment