Saturday, August 30, 2008

Geser System Kapitalis, serta para corrupt yang Dayus

Bahan pokok mahal, pangan mahal. Penurunan gizi melanda rakyat miskin. Pemerintah kurang peduli, mereka hanya mengurusi perut mereka. Tapi rakyat menderita, ini Negara terlalu apatis pada rakyatnya. System Kapitalis sudah semakin terasa, bahwa Negara ini milik para kaum elite atau pemodal. Sungguh Skandal, karena kita ini hidup di Negara agraris yang dahulu hampir setengah lebih penduduknya bertani dan nelayan. Entah dimana hati nurani para konglomerat dan pemerintah pusat. Liputan Pers yang secara eksplisit membuat mata kita terbuka bahwa saudara kita banyak yang kelaparan, meninggal bahkan sampai bunuh diri. Memang Egoisme dan Demoralisasi sudah menjadi cermin para pemimpin kita. Sampai kapan keadaan ini terus terjadi? Apa harus menunggu rakyat bersatu untuk berbuat Anarkisme atau ajang ‘chaos’ besar-besaran! Lama-lama mengkritisi hanya menjadi perang argumentasi saja karena memang telinga & hati nurani mereka sudah tertutup.

Time for against

Bebas kritis tapi di sangkari / di kotaki oleh orang-orang yang sok buat aturan. Kasus lirik Slank yang dikecam oleh lembaga-lembaga DPR / para wakil rakyat yang duduk di senayan, membuat saya geram. Dalam dunia seni kritik, Argumentasi tanpa solusi adalah hal yang mutlak karena kita adalah korban, dan kita mengkritik dari apa yang kita lihat. Serta seniman kritis bukan orang yang cacat moral , tapi kita menganggap lembaga atau orang yang kita kritik adalah orang-orang yang demoralisasi. Kritik yang secara eksplisit sebetulnya bisa menjadi cambuk orang-orang dayus / bejat. Eksotis sekali jika tuangan ekspresi seniman harus berbau hal-hal yang manis-manis sedangkan demoralisasi sudah menjadi virus di para wakil-wakil rakyat. Kita tahu kinerja dan konduite para PNS yang dapat kita pantau aja seperti itu, rentannya suap & suka bertele-tele dalam birokrasi, menjadi epidemi para pegawai negri. Time for against, bukan nyaman gengan zona nyaman / takut pada restriksi aspirasi para penguasa yang tamak. Perlawanan karena keadaan dan social distruction.

By:Aryat

No comments: