Saturday, August 30, 2008

Mereka yang “berseragam”

Organisasi preman yang disahkan oleh pemerintah. Sikap trantib yang sering berujung pada tindak kekerasan, membuat masyarakat geram, sinis, takut dan benci terutama para pedagang. Mereka sah, mereka punya pemimpin tetapi kenapa waktu dilapangan tindakan mereka seperti bercondong pada ‘Anarkisme negative’. Seharusnya mereka bersikap bijaksana dalam penyelesaian perdebatan dengan para pedagang . Para pemimpin mereka beranggapan para pedagang & para urban yang menghuni tanah sengketa or sebut kaum marhaen harus diatasi dengan massa / organisasi yang siap beradu fisik. Sedangkan dalih mereka adalah supaya tentram, tertib, aman untuk masyarakat. Salahh!!! Tidak semua dari mereka adalah sampah masyarakat (preman), banyak dari mereka yang benar-benar mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Pukul rata, tidak manusiawi inilah yang diperankan trantib. Sedikit solusi / solusi kosong, inilah yang membuat para pedagang bertahan pada pendiriannya, dimana mereka sudah bertahun-tahun mencari nafkah ditempat itu. Trantib adalah contoh ‘Aparat keparat’, lebih baik dibubarkan saja “Mesin Penghancur” ini. Masyarakat tidak butuh ‘mesin penghancur’ yang tidak manusiawi dan bersifat Anarkisme Negatif walau mereka punya pemimpin dan perintah. Dimana aparat sesungguhnya : polisi dan Militer, kenapa bukan mereka saja yang turun tangan, atau mungkin peran trantib lebih mudah disuap oleh para cukong-cukong / para pengusaha (pemodal) untuk menggusur mereka ,yang pada akhirnya mereka gunakan untuk sebuah proyek. DAMN!! Dua saudara setanah air beradu, dimana satu sama lain saling mempertahankan pangan mereka, sungguh skandal! Sudah saatnya trantib dibubarkan karena terlalu otoriter & diskriminasi. Otoriter karena keputusan tanpa jalan keluar, yang menyangkut banyak orang, diskriminasi karena para pedagang dianggap sampah masyarakat, kenapa? Bukankah para koruptor, preman, para penjilat itulah yang layak dianggap sampah masyarakat. Negara ini harusnya kaya & makmur, tapi kenapa Negara ini miskin karena pembodohan dimana-mana!
By: Aryat-

No comments: